Warung punya si seleb twit

Gak bisa dipungkiri sarana media sosial seperti Facebook dan Twitter sangat membantu para penggiatnya, termasuk gw. Buat gw, Facebook menjadi sarana penyambung silahturahmi dan “mengamati” apa yang dilakukan teman-teman. Dulu sebelum Facebook begitu meluas gw sering tulis status yang jujur – mau marah ya marah mau bete ya bete -, tapi sekarang setelah banyak teman yang begitu ketemu suka nanya status gw akhirnya gw memilih untuk nulis status yang asal aja dan cenderung gak penting. Sementara itu, Twitter gw pakai untuk mendapat informasi, baik itu berita, perkembangan gaya hidup, sampai belajar dari para pakar yang rela menuangkan sedikit ilmunya secara gratis.

Pengguna Twitter sangat luas, termasuk beberapa orang yang awalnya tidak terlalu terkenal, tetapi kemudian menjadi terkenal melalui kicauannya, dan seringkali dinamai “Seleb Twit”. Ya…orang yang menjadi selebriti di kancah Twitter. Seringkali mereka ini adalah seseorang yang kenal baik dengan satu atau dua orang terkenal kemudian kicauannya seringkali di retweet atau dibalas sang selebriti asli, sehingga para pengikut si selebriti asli kemudian membaca, dan akhirnya ikut mengintili seleb twit tersebut. Ini juga sangat terbantu dengan apa yang namanya FF atau Follow Friday, dimana siapapun juga dapat menyarankan akun mana yang sebaiknya dikintili.

Tak dipungkiri juga Twitter sudah menjadi sarana promosi yang sangat mudah, murah dan luas. Ingat gak ada restoran steak yang mengumandangkan pesan “steak rasa hotel dengan harga murah” yang sering menggembar-gemborkan Wagyu steak berharga murah? Ya.. pemiliknya pun memanfaatkan Twitter untuk promosinya. Cara termudah? Siapapun yang berkicau menyebutkan sedang makan di @xxxxx sedaaappp deh atau apapun yang bernada seperti itu akan mendapatkan tiramisu gratis. Tentu saja yang membaca kicauan senada itu akan tertarik untuk mencoba pula bukan? Untung saja memang steak yang mereka sajikan sangat enak untuk kategori harga segitu. Gw suka banget sama steak-nya. Dan tiramisu yang mereka kasih gratis itu juga rasanya dahsyat lho!

Satu contoh lain adalah warung kopi kecil minimalis modern di bilangan Sabang, yang terletak di antara Holland Bakery dan Kopitiam Oey milik Bondan Winarno sang pakar kuliner. Warung kopi ini dimiliki oleh salah seorang pembawa berita stasiun TV yang pemiliknya adalah laki-laki Aceh berjanggut tebal dan seorang laki-laki yang berteman dekat dengan beberapa orang beken lainnya. Jadilah mereka memanfaatkan teman-temannya untuk berkicau mengenai warung mereka. Terbukti ini adalah cara yang sangat ampuh. Dan, bagian terbaiknya adalah bahwa mereka memang menjual kopi yang enak ditambah lagi roti panggang sarikaya yang bisa membuat gw menghela nafas keenakan seraya mengingat masa muda dahulu kala.

Jadi intinya, gw senang-senang aja ada promo begituan lewat Twitter, selama memang yang dipromosikan benar enak.

Minggu lalu gw ke Bandung dan, tergoda promo di Twitter lagi, suatu malam akhirnya menyambangi warung kopi di bilangan Dago sejajar dengan kantor Telkomsel ini bersama empat teman. Pertama gw datang bersama dua teman, sebut saja teman satu teman dua. Begitu tiba, kami langsung memesan minuman kebanggaan warung kopi ini, yang sebenarnya adalah es krim buatan sendiri dengan rasa mocca, dicampur serpihan oreo, marshmallow dan kacang almond, kemudian disiram dengan kopi panas, sehingga menghasilkan minuman yang unik. Ya, gw harus akui minuman ini unik dari sisi penyajian. Dari sisi rasa juga cukup enak, walaupun tidak hebat, dan cukup murah. Satu cangkir harganya 10.000 Rupiah saja kok.

Kami berlima datang dengan misi yang sama: harus mencicipi semua makanan yang mereka sediakan. Warung kopi ini baru, jadi belum ada menu makanan berat kecuali Lontong Iga Kari. Sang pemilik, yang notabene adalah si seleb twit dan penulis buku yang sedang dalam kontroversi oleh sebagian ababil, dengan ramah menjelaskan bahwa baru mulai depan mereka akan mulai menyajikan makanan berat. Tentu saja kami terima penjelasan itu dengan senang hati, karena toh ada beberapa jenis makanan ringan yang bisa kami cicipi.

Secara keseluruhan, kami berlima memesan: 1 Lontong Iga Kari, 3 Mozarella Chicken, 1 Chicken Wings, 1 Soto Mie, 1 Lasagna dan 1 Somay. Harap dimaklumi, ke lima orang ini semuanya berbobot di atas 70kg jadi sumpelannya harus banyak.

Kami saling bertukar makanan untuk saling mencicip. Lontong Iga Kari yang menjadi jagoan memang layak dijagokan. Dengan harga 12.500 Rupiah terasa murah untuk ukuran kantong Jakarta. Mozarella chicken datang dalam tampilan dada ayam super tebal dilapis keju mozarella (ya iyalah, kalo dilapis bayam jadi spinach chicken namanya :p) dan saus barbecue yang cantik rasanya. Dengan harga 20.000 Rupiah cukup lah untuk perut yang kelaparan.

Mengingat sedang berada di Bandung, gak salah rasanya kalo gw berharap akan makan somay yang enak. Sayang oh beribu sayang, somay isi kornet dan keju yang datang ke hadapan malam itu jauh dari harapan. Somay pertama yang gw potong masih ada bagian yang mentah atau terasa terigunya, sementara tiga potong lainnya tidak terasa enaknya di mana. Dan gw pun berpikir, “Ini Bandung men, masa bikin somay gak enak gini sih?”

Begitu pula dengan lasagna seharga 20.000 yang datang dalam cetakan aluminium foil berukuran 15 x 5 cm. Dari penampakannya pun gw tau lasagna itu gak enak. Mata gw cukup tajam untuk bisa membedakan pasta mana yang al dente dan mana yang overcooked 🙂

Chicken wings-nya lebih lucu lagi. Datang dalam piring besar berisikan mashed potato, ternyata ketiga sayap itu sangatlah kurus sekali. Sepertinya ayamnya tidak diberi makan dua bulan sebelum dipotong. Setelah dimakan pun rasanya hanya manis di permukaan dan tidak meresap ke bagian daging di dalam. Duh… sayang sekali ya.

Gw gak kecewa sama rasa masakannya karena gw merasa harus rasakan sendiri resto dan tempat makan yang baru buka supaya kita yang bisa cerita, jangan biarkan diri kita bertanya terus. Jangan merasa rugi kalo dapat makanan gak enak. Ya itung-itung melatih indera pengecap supaya makanan yang masuk gak cuma “enak” dan “enak banget”:)

Intinya, gak semua restoran dan tempat makanan milik seleb (asli) atau seleb twit tuh selalu enak. Mereka cuma punya teman yang tepat untuk bantu mereka promosi. Itu aja kok.

So, what’s my verdict for this coffee shop? Drink the coffee and savor the taste. Minum kopinya dan nikmati rasanya. Rasa kopinya memang juara. Tapi jangan terlalu berharap banyak kepada makanannya. Gw akan lebih milih makanan lain sih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: